Tanpa terasa Pergantian Tahun akan segera tiba. Tahun 2011 akan segera berlalu meninggalkan Kita dan Kita akan bersiap-siap menyongsong Tahun 2012. Banyak hal yang sudah Kita lakukan di Tahun 2011. Kenangan-kenangan yang mungkin tidak bisa Kita lupakan. Di Tahun 2011 pula Kita takkan melupakan kejadian yang menyedihkan dimana Kita ditinggalkan oleh Sahabat, Teman maupun Rekan Kerja Kita Ass Man Tek BSD Cabang Metro "SUGIONO" yang telah dahulu meninggalkan Kita untuk selama-lamanya akibat kecelakaan yang menimpanya pada saat kerja. Totalitas Kerjanya selama bekerja tidak perlu Kita ragukan lagi. Komitmennya dalam bekerja perlu Kita contoh dan Kita teladani. Semoga akan muncul Sugiono-Sugiono baru yang mampu bekerja seperti beliau. "Selamat Jalan Mas Sugi...Do'a Kami akan terus menyertaimu. Amin".
Selasa, 20 Desember 2011
Selasa, 22 November 2011
Panas Bumi Pesawaran Dua Kali Lipat Ulubelu
GEDONGTATAAN - Krisis listrik di Kabupaten Pesawaran tidak lama lagi kemungkinan dapat teratasi. Hal itu terkait hasil penelitian PT Optima Nusantara Energi yang menemukan potensi panas bumi di Kecamatan Padangcermin.
Kepala Seksi Kelistrikan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Pesawaran Surip mengatakan, potensi panas bumi di kecamatan tersebut jika dieksplorasi bisa menghasilkan listrik sebesar 2 x 105 megawatt (MW).
Potensi itu lebih besar dua kali lipat lebih dari panas bumi yang ditemukan di Kecamatan Ulubelu, Tanggamus, yang hanya bisa menghasilkan listrik sebesar 2 x 45 MW.
’’Penelitian panas bumi di Padangcermin memang dilakukan oleh PT Optima Nusantara Energi atas permintaan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Jadi pemerintah pusat langsung yang menelitinya. Ekspose penelitiannya sudah dilakukan sekitar bulan September lalu,’’ terangnya.
Surip melanjutkan, untuk mengeksplor panas bumi tersebut, pihaknya kini tengah menggodok regulasinya bersama DPRD setempat dalam bentuk penerbitan peraturan daerah.
’’Sekarang kan lagi dibahas raperdanya di DPRD tentang penyelenggaraan kewenangan di bidang ketenagalistrikan,’’ jelasnya.
Meski demikian, karena penelitian dilakukan pemerintah pusat, maka kemungkinan proses lelang untuk mengeksplor panas bumi tersebut bukan dilakukan Distamben.
’’Tetapi kan meski dilelang pusat, pemkab tetap harus mendapatkan bagian dari panas bumi tersebut karena wilayahnya di Kabupaten Pesawaran. Karena itu, saat ini perdanya terus digodok, agar ada payung hukumnya,’’ pungkasnya.
Diketahui, pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dengan kapasitas 2 x 45 MW di Ulubelu akan beroperasi akhir tahun depan.
Manajer Komunikasi Pertamina Geothermal Energy (PGE) Adiatma Sardjito mengatakan, saat ini untuk pembangunan proyek tersebut sedang dalam proses engineering, procurement, construction (EPC). ’’PLTP Ulubelu akan beroperasi pada akhir 2012,’’ ujar dia di Jakarta beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, untuk harga jual uap sudah disepakati antara PLN dan PGE, yakni USD4,2 per kilowatt hour (Kwh).
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Informasi Kementerian ESDM Kardaya Warnika menuturkan, PLTP Ulubelu merupakan salah satu proyek yang dikejar pemerintah dalam program peningkatan pemanfaatan panas bumi guna mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). ’’Untuk Ulubelu saat ini sudah dalam tahap evaluasi harga,’’ terang dia.
Selain PLTP Ulubelu, lanjut dia, proyek PLTP lain yang dimasukkan dalam target peningkatan pemanfaatan panas bumi yaitu PLTP Lahendong (Sulawesi Utara) yang saat ini dalam tahap pekerjaan fasilitas, PLTP Sarulla (Sumatera Utara) sedang dalam tahap verifikasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKB), serta PLTP Ulumbu (NTT) dengan kapasitas 5 MW yang sedang dalam desain ulang.
Sumber : Radar Lampung
Kepala Seksi Kelistrikan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Pesawaran Surip mengatakan, potensi panas bumi di kecamatan tersebut jika dieksplorasi bisa menghasilkan listrik sebesar 2 x 105 megawatt (MW).
Potensi itu lebih besar dua kali lipat lebih dari panas bumi yang ditemukan di Kecamatan Ulubelu, Tanggamus, yang hanya bisa menghasilkan listrik sebesar 2 x 45 MW.
’’Penelitian panas bumi di Padangcermin memang dilakukan oleh PT Optima Nusantara Energi atas permintaan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Jadi pemerintah pusat langsung yang menelitinya. Ekspose penelitiannya sudah dilakukan sekitar bulan September lalu,’’ terangnya.
Surip melanjutkan, untuk mengeksplor panas bumi tersebut, pihaknya kini tengah menggodok regulasinya bersama DPRD setempat dalam bentuk penerbitan peraturan daerah.
’’Sekarang kan lagi dibahas raperdanya di DPRD tentang penyelenggaraan kewenangan di bidang ketenagalistrikan,’’ jelasnya.
Meski demikian, karena penelitian dilakukan pemerintah pusat, maka kemungkinan proses lelang untuk mengeksplor panas bumi tersebut bukan dilakukan Distamben.
’’Tetapi kan meski dilelang pusat, pemkab tetap harus mendapatkan bagian dari panas bumi tersebut karena wilayahnya di Kabupaten Pesawaran. Karena itu, saat ini perdanya terus digodok, agar ada payung hukumnya,’’ pungkasnya.
Diketahui, pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dengan kapasitas 2 x 45 MW di Ulubelu akan beroperasi akhir tahun depan.
Manajer Komunikasi Pertamina Geothermal Energy (PGE) Adiatma Sardjito mengatakan, saat ini untuk pembangunan proyek tersebut sedang dalam proses engineering, procurement, construction (EPC). ’’PLTP Ulubelu akan beroperasi pada akhir 2012,’’ ujar dia di Jakarta beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, untuk harga jual uap sudah disepakati antara PLN dan PGE, yakni USD4,2 per kilowatt hour (Kwh).
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Informasi Kementerian ESDM Kardaya Warnika menuturkan, PLTP Ulubelu merupakan salah satu proyek yang dikejar pemerintah dalam program peningkatan pemanfaatan panas bumi guna mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). ’’Untuk Ulubelu saat ini sudah dalam tahap evaluasi harga,’’ terang dia.
Selain PLTP Ulubelu, lanjut dia, proyek PLTP lain yang dimasukkan dalam target peningkatan pemanfaatan panas bumi yaitu PLTP Lahendong (Sulawesi Utara) yang saat ini dalam tahap pekerjaan fasilitas, PLTP Sarulla (Sumatera Utara) sedang dalam tahap verifikasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKB), serta PLTP Ulumbu (NTT) dengan kapasitas 5 MW yang sedang dalam desain ulang.
Sumber : Radar Lampung
Selasa, 15 November 2011
Kiat Sukses Dahlan Iskan Pimpin PLN
Kebanggaannya memimpin PLN karena ia memiliki kewenangan khusus memilih direksi.
Senin, 14 November 2011
VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 19 Oktober 2011 melantik Dahlan Iskan sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar. Sebelum menjabat menteri BUMN, Dahlan merupakan direktur utama PT Perusahaan Listrik Negara sejak 2009, menggantikan Fahmi Mochtar.
Dalam acara kunjungan ke kantor VIVAnews.com di Menara Standard Chatered, Senin pagi, 14 November 2011, Dahlan bercerita soal pengalaman memimpin PLN. Dahlan menuturkan bahwa ia dan tim di PLN bekerja keras mengatasi listrik. Hasilnya memuaskan. "Selama di PLN, tidak ada kekurangan listrik. Tetapi, jangan disamakan dengan mati listrik ya," kata Dahlan.
Kunci kesuksesan memimpin PLN, lanjutnya, lantaran karena adanya wewenang khusus dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Saya punya wewenang khusus dalam memilih bawahan. Jadi, semuanya pilihan saya, bukan rekomendasi pihak lain," tuturnya.Tentunya, ia menambahkan, dirinya bisa leluasa memilih orang-orang yang cocok dan mumpuni di bidangnya sesuai kriteria yang dimiliki.
Sedangkan alasan kenapa Dahlan lebih memilih orang dalam PLN menjadi direksi? Sebab, dia melanjutkan, pada setiap perusahaan itu biasanya terdapat 10 persen orang yang kurang baik dan 10 persen lagi baik sekali. Sisanya yang 80 persen ikut-ikutan. Untuk itu, dirinya berkeyakinan dengan memilih 10 persen orang baik itu, dengan harapan sisanya bisa mengikuti.
"Saya pilih orang dalam karena yakin orang-orang di PLN itu yang terbaik, sehingga saya bisa pilih sesuai posisinya untuk masuk dalam The Dream Team," tutur Dahlan. (art)
Sumber : VIVAnews
Langganan:
Entri (Atom)

